-HAPPY READING- ^______^
Rabu, 17 Sept 2014
Bismillah..
Menjalankan
aktivitas keseharian dunia kampus merupakan rutinitas bagi kami seorang
mahasiswa. Sistem perkuliahan dengan jadwal yang teratur, kami di tuntut untuk
mengikutinya dan mengosongkan aktivitas lain di jam tersebut. Tentunya tidak
mudah, namun bisa dimudahkan (Insya Allah)
dengan memanajemen waktu yang ada dalam sehari untuk beraktifitas.
Selama
seminggu, dengan segala bentuk kesibukan dan kuliah jam 10.00 WITA di hari
senin, selasa, dan kamis, menyempatkan waktu singkat untuk membantu orang tua khususnya
Ibu menyelesaikan pekerjaan rumah. Tiap pagi sebelum berangkat kuliah, saya
turun kebawah untuk membantu Ibu membersihkan rumah dan menyiapkan makan pagi
dan bekal bagi adik-adikku. Mungkin bantuan yang saya berikan belum mencapai
50%, namun itu cukup menggambarkan senyum di wajah Ibu dan menghilangkan
keletihannya. Pekerjaan kecil namun efeknya besar. Sekedar cuci piring,
membersihkan meja makan,menyapu dan kadang kala memasak hanya mengambil waktu
kurang lebih satu jam. Yah, satu jam yang bermakna. Berangkat kekampus dengan
perasaan tenang karena tak lagi terlalu khawatir dengan kelesuhan di wajah Ibu
yang harus membersihkan rumah seluas itu seperti di Semester sebelumnya dengan
jadwal kuliah selalu 07.30 WITA. Kesibukan saudara-saudaraku kurang lebih sama
dengan saya, yang harus menuntut ilmu sebagai pelajar.
Itulah
kenapa, moment waktu yang singkat di tiap pagi menjadi begitu berharga bagi
diri saya pribadi. Tak terlewatkan untuk menyisakan waktu itu. Saya kira,
tidaklah menjadi hal yang sulit melowongkan waktu sebentar untuk birrul walidain (berbakti pada orang
tua), hanya perlu bangun lebih awal yang dijadikan kebiasaan. Jangan malas,
karena kemalasan menjadi sebab kebodohan bangsa. Manfaatkan waktu sebaik
mungkin dan pilah aktivitas utama yang akan dilakukan dalam waktu yang
terbatas.
Intinya,
sebagai ummat Islam, kita diperintahkan untuk menjaga, merawat dan memelihara
kedua orang tua kita. Orang yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya dengan
penuh kasih sayang. Mungkin inilah kenapa ridho Allah tergantung ridho orang
tua kita, dan murka Allah tergantung murka orang tua kita. Sesibuk apapun
dengan kuliah, teman, maupun lingkungan sekarang, namun ingat apa yang kita
capai sampai saat ini merupakan hasil jerih payah orang tua baik hasil didikan
primer dan segi finansial. Olehnya, mari doakan orang tua kita, agar mereka
selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan hakiki. Jangan lupakan dibalikan
kesuksesan dan kehebatan anaknya, ada orang tua yang hebat pula...
So, let’s be the one of that! J
Syukran jazakillah khair...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar