Selasa, 23 September 2014

Cerita 1

Cerita singkat actual ini dibuat dalam memenuhi tugas tambahan akuntansi biaya. Bukan bermaksud 'riya' untuk membagikan cerita, sekedar motivasi bagi orang lain. Oh iya, ceritanya setiap minggu ada yah, walaupun uploadnya terkadang telat hehe, Insya Allah selalu pakai tanggal pembuatan ^_^ Well, Semoga dapat menarik makna setiap cerita.. aamiin... :)

-HAPPY READING- ^______^

Rabu, 17 Sept 2014

Bismillah..

Menjalankan aktivitas keseharian dunia kampus merupakan rutinitas bagi kami seorang mahasiswa. Sistem perkuliahan dengan jadwal yang teratur, kami di tuntut untuk mengikutinya dan mengosongkan aktivitas lain di jam tersebut. Tentunya tidak mudah, namun bisa dimudahkan (Insya Allah) dengan memanajemen waktu yang ada dalam sehari untuk beraktifitas.

Selama seminggu, dengan segala bentuk kesibukan dan kuliah jam 10.00 WITA di hari senin, selasa, dan kamis, menyempatkan waktu singkat untuk membantu orang tua khususnya Ibu menyelesaikan pekerjaan rumah. Tiap pagi sebelum berangkat kuliah, saya turun kebawah untuk membantu Ibu membersihkan rumah dan menyiapkan makan pagi dan bekal bagi adik-adikku. Mungkin bantuan yang saya berikan belum mencapai 50%, namun itu cukup menggambarkan senyum di wajah Ibu dan menghilangkan keletihannya. Pekerjaan kecil namun efeknya besar. Sekedar cuci piring, membersihkan meja makan,menyapu dan kadang kala memasak hanya mengambil waktu kurang lebih satu jam. Yah, satu jam yang bermakna. Berangkat kekampus dengan perasaan tenang karena tak lagi terlalu khawatir dengan kelesuhan di wajah Ibu yang harus membersihkan rumah seluas itu seperti di Semester sebelumnya dengan jadwal kuliah selalu 07.30 WITA. Kesibukan saudara-saudaraku kurang lebih sama dengan saya, yang harus menuntut ilmu sebagai pelajar.

Itulah kenapa, moment waktu yang singkat di tiap pagi menjadi begitu berharga bagi diri saya pribadi. Tak terlewatkan untuk menyisakan waktu itu. Saya kira, tidaklah menjadi hal yang sulit melowongkan waktu sebentar untuk birrul walidain (berbakti pada orang tua), hanya perlu bangun lebih awal yang dijadikan kebiasaan. Jangan malas, karena kemalasan menjadi sebab kebodohan bangsa. Manfaatkan waktu sebaik mungkin dan pilah aktivitas utama yang akan dilakukan dalam waktu yang terbatas.


Intinya, sebagai ummat Islam, kita diperintahkan untuk menjaga, merawat dan memelihara kedua orang tua kita. Orang yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Mungkin inilah kenapa ridho Allah tergantung ridho orang tua kita, dan murka Allah tergantung murka orang tua kita. Sesibuk apapun dengan kuliah, teman, maupun lingkungan sekarang, namun ingat apa yang kita capai sampai saat ini merupakan hasil jerih payah orang tua baik hasil didikan primer dan segi finansial. Olehnya, mari doakan orang tua kita, agar mereka selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan hakiki. Jangan lupakan dibalikan kesuksesan dan kehebatan anaknya, ada orang tua yang hebat pula... 

So, let’s be the one of that! J

Syukran jazakillah khair...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar