Bismillahirrahmanirahim...
Jika kita bisa disiplin untuk berbagai urusan dunia, kenapa urusan akhirat tidak? Padahal jelas yang kekal adalah akhirat bukan dunia.
Kita yang menangis ketika terlambat masuk kelas dan dilarang masuk, namun kita biasa saja jika terlambat melaksanakan sholat wajib. Astagfirullah...
Mari belajar sama-sama untuk sholat tepat pada waktunya. Adzan yang berkumandang menunjukkan waktu sholat telah masuk. Olehnya, jangan lalaikan. Tinggalkan urusan dunia, segera berwudhu dan gunakan pakaian yang menutupi aurat.
KEEP ISTIQOMAH ! :)
#MuhasabahDiri
Senin, 17 Agustus 2015
Bismillahirrahmanirahim..
Memiliki semangat untuk menghafal Al-Qur'an, tapi sementara mudah menurun..
Jika telah dihadapkan tipu daya dunia, target hari ini mudah dilupakan..
Motivasi turun dan tidak ada lagi pengingat..
Cita-cita jadi penghafal Al-Qur'an, namun ikhtiar lemah..
Kagum melihat anak-anak umur 3-7 tahun para penghafal..
Kagum melihat seorang yang cacat namun dalam waktu singkat bisa menghafalkan qalam Allah..
Merasa malu seketika dan bertekad akan sama seperti mereka..
Air mata yang turun ketika menyaksikannya, tidaklah bermakna..
Hati yang dulunya tersentuh, boleh jadi hanyalah tipu daya..
Bismillah..
Jika hasrat itu masih ada, maka raihlah...
Insya Allah bisa...
Bisa..
Bisa..
Mulailah dari sekarang, perbanyak doa dan luruskan niat..
Jadikan mimpi ini semata-mata untuk mencari Ridho Allah Subhanahu Wata'ala..
:)
Kamis, 26 Maret 2015
DIKIRA TIDUR, TERNYATA SEDANG MENGHAFAL AL-QUR'AN
Bismillahirrahmanirahim...
DIKIRA TIDUR, TERNYATA SEDANG MENGHAFAL AL-QUR'AN
Seorang laki-laki dan 4 kawannya terlihat sangat menikmati mie disela jam istirahat siang. Laki-laki tersebut dan kawannya ingin menambah cakar dan daun bawang. Tapi mereka membalikkan badan, tidak jadi nambah karena pak penjual mie tertidur.
Tiba-tiba...
Penjual Mie : "Mau nambah apa Mas?"
"Ternyata tidak tidur", bisik laki-laki itu dalam hati.
Laki-laki itupun melanjutkan pesanannya.
Setelah melayani, bapak itu kembali tertunduk seperti tidur. Selesai makan saat akan membayar, laki-laki itu melontarkan pertanyaan sok akrab.
Pembeli : "Lelah ya pak?"
Penjual Mie : "Enggak, biasa aja mas.."
Seorang laki-laki dan 4 kawannya terlihat sangat menikmati mie disela jam istirahat siang. Laki-laki tersebut dan kawannya ingin menambah cakar dan daun bawang. Tapi mereka membalikkan badan, tidak jadi nambah karena pak penjual mie tertidur.
Tiba-tiba...
Penjual Mie : "Mau nambah apa Mas?"
"Ternyata tidak tidur", bisik laki-laki itu dalam hati.
Laki-laki itupun melanjutkan pesanannya.
Setelah melayani, bapak itu kembali tertunduk seperti tidur. Selesai makan saat akan membayar, laki-laki itu melontarkan pertanyaan sok akrab.
Pembeli : "Lelah ya pak?"
Penjual Mie : "Enggak, biasa aja mas.."
Jumat, 20 Maret 2015
BERILAH 70 UDZUR
Bismillahirrahmanirahim...
Copas: Utamanya nasehat buat diri sendiri..
BERILAH 70 UDZUR
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata,
“Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur.
Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah,
“Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.”
(HR Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344).
Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata,
“Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.”
(HR Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah).
Copas: Utamanya nasehat buat diri sendiri..
BERILAH 70 UDZUR
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى
Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata,
“Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur.
Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah,
“Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.”
(HR Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344).
Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata,
“Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.”
(HR Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah).
Rabu, 11 Maret 2015
JADI MAYAT
Bismillahirrahmanirahim...
"Baru kemarin dia cantik, ganteng, dan jadi rebutan... "
Sekarang? Meskipun masih cantik masih ganteng tetapi tak ada yang sudi mendekatinya, apalagi memilikinya..
"Baru kemarin dia memikat, mempesona dan menarik simpati..."
Sekarang? Orang paling dekat hendak pendamkan jasadnya ke dalam tanah secepatnya..
"Baru kemarin dia lincah, gagah dan perkasa..."
Sekarang? Mengedipkan mata pun dia tak sanggup...
"Baru kemarin dia beli pakaian model terbaru..."
Sekarang? Dia pakai pakaian lama model zaman Nabi...
"Baru kemarin dia beli parfum kualitas import..."
Sekarang? tubuhnya wangi pandan dan kapur barus...
"Baru kemarin dia luluran di salon langganan..."
Sekarang? Dia luluran dengan tanah...
"Baru kemarin dia selesaikan cicilan kendaraan baru milik pribadi..."
Sekarang? Dia pakai kendaraan nasional, inventaris mesjid..
Selasa, 17 Februari 2015
Perbedaan Biaya Variabel dan Biaya Tetap (to the point)
Bismillah...
Hallo teman-teman penuntut ilmu ^_^
Khusus untuk pelajar/mahasiswa yang belajar ekonomi, jurusan akuntansi maupun manajemen, kali ini saya mau meng-share secaraaaaaaaa singkatttt dan tidak pake basa basi alias to the point untuk perbedaan "Biaya Variabel" dan "Biaya Tetap".
Berhubung tadi kuis ditanya letak perbedaan biaya variabel dan biaya tetap (bukan pengertiannya), oleh karenanya langsung saja di jawab begini:
-BIAYA VARIABEL :
Hallo teman-teman penuntut ilmu ^_^
Khusus untuk pelajar/mahasiswa yang belajar ekonomi, jurusan akuntansi maupun manajemen, kali ini saya mau meng-share secaraaaaaaaa singkatttt dan tidak pake basa basi alias to the point untuk perbedaan "Biaya Variabel" dan "Biaya Tetap".
Berhubung tadi kuis ditanya letak perbedaan biaya variabel dan biaya tetap (bukan pengertiannya), oleh karenanya langsung saja di jawab begini:
-BIAYA VARIABEL :
- Berubah : Jumlah total biayanya sebanding dengan volume produksinya.
- Tetap : Biaya per unit
-BIAYA TETAP :
- Berubah : Biaya per unit
- Tetap : Jumlah total biayanya walaupun volume produksi berubah dalam rentang yang relevan.
Simple kan? ^_^
Jadi, pas ditanya gak usah berbelit belit apalagi sampai menjelaskan pengertiannya kecuali disuruh jelaskan lebih lanjut.
Insya Allah besok bisa posting alasan/penjelasan lengkap dengan gambar dan ilustrasi terkait jenis perilaku biaya diatas. Misalnya lebih lanjut dibahas mengapa biaya variabel per unit tetap pada biaya variabel, padahalkan kalau secara bahasa kita bisa maknakan biaya variabel itu semuanya ber-ubah-ubah. Oleh karenanya, Insya Allah besok bisa kembali hadir di blog ini. Hehehe aamiin.... ^_^
Syukran Jazakillah...
Pilih seperti WORTEL, TELUR, atau BIJI KOPI?
Bismillah...
Hari ini, 17 Februari 2015 saya kembali termotivasi melalui sebuah filosofi. Perumpamaan yang sederhana dari Dosen mata kuliah Akuntansi Manajemen melalui 3 jenis makanan, yaitu wortel, telur, dan biji kopi.
Dikaitkan dengan aktivitas kami sebagai Mahasiswa, perumpamaan itu dibuat sangat pas dan mengena untuk sekarang dan kedepannya. Bagaimana menghadapi kesulitan, menyikapi lingkungan, dan output kita seperti apa setelah di proses di bangku kuliah. Hehehe... ^_^
Semoga help us dari slide berikut:
Sabtu, 03 Januari 2015
Mengukur Prestasi Belajar?
Bismillahirrahmanirahim...
Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh...
Raut wajah seorang gadis yang menggambarkan perasaan hatinya. Tak sedap memandang wajah seperti itu, murung dengan mata berkaca-kaca siap mendukung air dilangit. Apa yang terjadi? Hmm. Sebuah portal akademik bagian mahasiswa adalah masalahnya. Bagan khusus bagian KHS (Kartu Hasil Studi) menunjukkan penilaian mata kuliah masing-masing dengan sebuah huruf kapital. Wajah seperti itu sudah pasti hasil yang mengecewakan baginya.
Ya, that's what happening for college student especially friends around of me. Inilah salah satu hal mengesalkan, mengukur prestasi belajar dengan lima huruf abjad pertama (A, B, C, D, E). Otak mahasiswa seakan tersetting dengan pemikiran nilai yang diperoleh berarti orangnya pintar, kurang pintar, mendekati bodoh, atau bodoh, adalah kesan orang lain. Begitupun institusi atau perusahaan yang mensyaratkan nilai IPK tertentu untuk bisa melamar kerja. Finally, dengan mudahnya perasaan senang muncul ketika IPK tinggi dan sedih ketika IPK rendah.
Hati-hati dirancuni oleh nilai! :) Dengan mudah kita berkata "percuma belajar semalam suntuk, toh nilainya jelek". Yah, akan menjadi useless memang kalau orientasinya nilai, dibalik itu ada tujuan utama dari belajar adalah ilmu yang senantiasa menunggu masuk ke memori.
Langganan:
Postingan (Atom)

